Ambon — Program Studi D3 Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin, Politeknik Negeri Fakfak secara resmi melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) sebagai bagian integral dari implementasi kurikulum pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan dunia industri. Kegiatan PKL ini dilaksanakan selama tiga bulan, terhitung mulai Februari – April 2026, dengan menempatkan mahasiswa di PT Dok dan Perkapalan Waiame Ambon, Kota Ambon, Provinsi Maluku. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman kerja nyata kepada mahasiswa sekaligus memperkuat keterkaitan antara pembelajaran di kampus dengan praktik profesional di lingkungan industri perkapalan.
Pelaksanaan PKL diawali dengan kegiatan pengantaran dan serah terima mahasiswa yang dilakukan langsung oleh dosen pembimbing lapangan, Sofyan Sukwara Akfan, M.Hum. Rombongan mahasiswa diterima dan disambut secara resmi oleh direktur perusahaan, Syahrul Riyadi, beserta jajaran manajemen PT Dok dan Perkapalan Waiame Ambon. Dalam kesempatan tersebut, pihak perusahaan memberikan pengenalan umum mengenai profil perusahaan, ruang lingkup pekerjaan galangan kapal, serta penjelasan awal terkait sistem kerja dan budaya industri yang akan menjadi bagian dari keseharian mahasiswa selama menjalani PKL.
Melalui kegiatan PKL ini, mahasiswa Program Studi D3 Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin diharapkan mampu mengaplikasikan secara langsung pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam dunia kerja. Mahasiswa akan terlibat dalam berbagai aktivitas perawatan dan perbaikan mesin perkapalan, termasuk pemeliharaan mesin utama dan bantu, perbaikan komponen mekanik, serta penerapan prosedur kerja yang mengutamakan keselamatan, ketelitian, dan kualitas hasil kerja. Pengalaman ini diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa terhadap kondisi riil industri perkapalan sekaligus meningkatkan kompetensi teknis dan kesiapan kerja setelah lulus.

Dosen pembimbing lapangan, Sofyan Sukwara Akfan, M.Hum., menyampaikan bahwa PKL merupakan wahana strategis dalam membentuk lulusan vokasi yang profesional, adaptif, dan memiliki daya saing.” Keberhasilan PKL tidak hanya diukur dari kemampuan teknis mahasiswa, tetapi juga dari sikap, etika kerja, kedisiplinan, serta kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama di lingkungan industri. Ia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan PKL ini secara maksimal dengan menunjukkan semangat belajar yang tinggi dan tanggung jawab selama menjalani kegiatan di Perusahaan”, tutur Sofyan.
Dari sisi perusahaan, PT Dok dan Perkapalan Waiame Ambon menegaskan bahwa seluruh mahasiswa PKL wajib mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di lingkungan kerja galangan kapal. SOP tersebut mencakup kepatuhan terhadap aturan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), penggunaan alat pelindung diri (APD) sesuai standar, disiplin waktu kerja, serta kepatuhan terhadap arahan dan instruksi pembimbing lapangan perusahaan. Selain itu, mahasiswa juga dituntut untuk menjaga etika, sikap profesional, dan kerahasiaan informasi perusahaan. Pihak perusahaan berharap kehadiran mahasiswa PKL tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga dapat memberikan kontribusi positif serta memperkuat kolaborasi berkelanjutan antara dunia pendidikan vokasi dan industri perkapalan.
Sumber: Sofyan Sukwara Akfan, M.Hum.
Humas Politeknik Negeri Fakfak
Jl. Imam Bonjol, Air Merah, Kabupaten Fakfak
Email: humas@polinef.id | Instagram: @info.polinef



