Nurul Husnah, S.ST., M.T.:” Tanah Papua tidak butuh sekadar gelar, tapi butuh tangan-tangan terampil yang mampu mengelola potensi energinya”

Nurul Husnah, S.ST., M.T.:” Tanah Papua tidak butuh sekadar gelar, tapi butuh tangan-tangan terampil yang mampu mengelola potensi energinya”

Fakfak – Program Studi D3 Teknik Listrik Politeknik Negeri Fakfak terus berkomitmen menyiapkan sumber daya manusia yang terampil dan siap berkontribusi dalam pembangunan sektor energi di Tanah Papua. Melalui wawancara bersama Kaprodi D3 Teknik Listrik, Nurul Husnah, S.ST., M.T., dijelaskan berbagai hal mulai dari keunggulan program studi, sistem perkuliahan berbasis praktik, hingga peluang kerja lulusan yang semakin terbuka di bidang kelistrikan dan energi.

Apa yang membedakan Program Studi D3 Teknik Listrik Polinef dengan kampus lain, dan mengapa calon mahasiswa Papua harus memilih prodi ini?

Program studi ini memiliki status akreditasi “Baik” dari Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik (LAM Teknik), yang menunjukkan kualitas pendidikan sesuai standar nasional. Yang membedakan prodi ini adalah kurikulum berbasis kearifan lokal dan kebutuhan geografis. Polinef tidak hanya mengajarkan teori kelistrikan umum, tetapi fokus pada sistem distribusi dan instalasi yang relevan dengan medan di Papua. Mengapa mahasiswa Papua harus memilih prodi ini? Karena Bisa berkontribusi langsung pada pembangunan daerah. Dimana mahasiswa dekat dengan daerah asal yang memudahkan adaptasi sosial dan budaya. Relevan dengan kebutuhan Papua yang langsung berkontribusi pada elektrifikasi desa dan pembangunan jaringan listrik. Biaya lebih terjangkau dibandingkan kuliah di kota besar di luar Papua. Serta Peluang kerja nyata di Papua Barat, dimana lulusan sangat dibutuhkan oleh PLN, pemerintah daerah, dan proyek energi lokal.

Bagaimana sistem pembelajaran berbasis praktik di Teknik Listrik memastikan lulusan benar-benar siap terjun ke dunia industri?

Sebagai program vokasi (D3), kurikulumnya menekankan praktik lapangan, laboratorium, dan proyek nyata yang fokus pada keterampilan praktis. Sistem pembelajaran di Teknik Listrik menggunakan rasio 70% praktik dan 30% teori. Hal ini memastikan mahasiswa tidak hanya “tahu” tapi “mampu”. Mahasiswa sering kali dilibatkan dalam proyek nyata (PBL), seperti instalasi PLTS atau perencanaan instalasi gedung, yang mengasah problem-solving mereka sebelum lulus. Lulusan dipersiapkan untuk langsung bekerja di industri listrik, PLN, kontraktor, maupun sektor energi terbarukan.

Nurul Husnah, S.ST., M.T.:” Tanah Papua tidak butuh sekadar gelar, tapi butuh tangan-tangan terampil yang mampu mengelola potensi energinya”
Nurul Husnah, S.ST., M.T.:” Tanah Papua tidak butuh sekadar gelar, tapi butuh tangan-tangan terampil yang mampu mengelola potensi energinya”

 

Nurul Husnah, S.ST., M.T.:” Tanah Papua tidak butuh sekadar gelar, tapi butuh tangan-tangan terampil yang mampu mengelola potensi energinya”
Nurul Husnah, S.ST., M.T.:” Tanah Papua tidak butuh sekadar gelar, tapi butuh tangan-tangan terampil yang mampu mengelola potensi energinya”

 

Kompetensi spesifik apa yang dimiliki lulusan D3 Teknik Listrik sehingga dibutuhkan oleh perusahaan dan instansi di Papua?

Lulusan D3 Teknik Listrik Polinef dibekali dengan kompetensi yang sangat spesifik dan bersertifikat, antara lain: Designer/Drafter → fokus pada perencanaan dan dokumen teknis. Supervisor (Inspeksi, Komisioning, Pemeliharaan) → fokus pada pengawasan, pengujian, dan keandalan sistem. Kontraktor → fokus pada pelaksanaan fisik instalasi. Junior Engineer Distribusi → fokus pada pengembangan jaringan listrik dan mendukung proyek besar.

Seberapa besar peluang kerja lulusan Teknik Listrik saat ini, terutama dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan energi di Tanah Papua?

Peluang kerja saat ini sedang berada di titik tertinggi seiring dengan percepatan infrastruktur (jalan, pelabuhan, bandara, perumahan) menuntut dukungan tenaga listrik. Kebutuhan elektrifikasi desa masih tinggi, sehingga tenaga listrik lokal sangat dibutuhkan. Program pemerintah dan PLN fokus pada pemerataan energi di wilayah timur. Potensi energi terbarukan membuka lapangan kerja baru yang berkelanjutan. Jadi, lulusan D3 Teknik Listrik di Polinef memiliki peluang kerja yang nyata dan relevan, baik di sektor BUMN, swasta, maupun proyek pembangunan daerah.

Bagaimana peran kerja sama industri dan program magang dalam mempercepat penyerapan lulusan ke dunia kerja?

Program magang atau Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah “jembatan emas” bagi mahasiswa. Mahasiswa ditempatkan di mitra industri (seperti PLN atau vendor kelistrikan) untuk mengenal etika kerja dan teknologi terbaru. Industri memberikan akses pada teknologi terbaru, prosedur operasional, dan standar keselamatan yang berlaku, sehingga mahasiswa terbiasa dengan kondisi kerja sesungguhnya. Jadi, kerja sama industri dan program magang bukan sekadar tambahan, melainkan kunci utama agar lulusan D3 Teknik Listrik Polinef cepat terserap dan berkontribusi nyata dalam pembangunan energi di Papua.

Dalam konteks pembangunan daerah, bagaimana Prodi Teknik Listrik berkontribusi nyata bagi kemajuan dan kemandirian Tanah Papua, serta apa pesan Bapak/Ibu kepada generasi muda yang ingin membangun daerahnya sendiri?

Prodi Teknik Listrik berkontribusi melalui penciptaan SDM unggul yang mandiri secara teknologi. Dengan menguasai ilmu kelistrikan, putra-putri daerah tidak lagi menjadi penonton, tetapi menjadi aktor utama yang menerangi kampung halamannya sendiri. Pesan untuk Generasi Muda dari saya, Tanah Papua tidak butuh sekadar gelar, tapi butuh tangan-tangan terampil yang mampu mengelola potensi energinya. Jadilah teknokrat yang jujur dan kompeten. Mulailah membangun dari apa yang kita miliki, karena kemandirian Papua dimulai dari setiap saklar yang kalian pasang dengan benar.

 

 

 

 

 

Humas Politeknik Negeri Fakfak

 Jl. Imam Bonjol, Air Merah, Kabupaten Fakfak

 Email: humas@polinef.id | Instagram: @info.polinef