Jakarta – Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) melakukan diskusi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam rangka memperkuat kolaborasi riset dan pengembangan sumber daya manusia untuk kawasan Indonesia Timur. Kegiatan ini berlangsung Senin (19/05) di BRIN Serpong, Banten dihadiri oleh perwakilan Polinef dan jajaran BRIN dengan total peserta sebanyak 10 orang.
Pertemuan ini menjadi langkah strategis Polinef dalam memperluas jejaring kerja sama riset nasional sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai institusi pendidikan vokasi yang berorientasi pada pengembangan daerah berbasis penelitian dan inovasi. Dalam diskusi tersebut, BRIN menyampaikan bahwa keberadaan Polinef di Tanah Papua diharapkan mampu menjadi salah satu institusi yang berperan aktif dalam mendukung pengembangan daerah, khususnya melalui riset dan penelitian yang berdampak langsung bagi masyarakat.
BRIN juga menegaskan keterbukaannya terhadap perguruan tinggi yang ingin menjalin kolaborasi riset dan pengembangan penelitian bersama. Dalam kunjungan tersebut, delegasi Polinef melakukan kunjungan ke Pusat Riset Teknologi Ketenagalistrikan dan sejumlah organisasi riset di bidang Energi dan Manufaktur untuk melihat langsung pengembangan teknologi dan potensi kerja sama yang dapat dikembangkan ke depan.
Selain memperkenalkan berbagai pusat riset, BRIN turut memaparkan sejumlah program strategis yang dapat diakses oleh perguruan tinggi, salah satunya program Degree by Research. Program tersebut memungkinkan mahasiswa melanjutkan studi dengan dukungan pembiayaan dari BRIN, pendampingan co-promotor dari BRIN, serta peluang pengembangan riset bersama institusi pendidikan tinggi. Program ini dibuka dua kali dalam setahun dengan syarat utama kampus telah memiliki kerja sama resmi dengan BRIN.



Tidak hanya itu, BRIN juga membuka peluang pelaksanaan kuliah tamu untuk memperkuat diskusi akademik dan wawasan penelitian di lingkungan kampus. Berbagai program bagi mahasiswa turut diperkenalkan, mulai dari magang mahasiswa, magang riset, hingga magang tugas akhir yang dapat menjadi ruang pengembangan kompetensi mahasiswa Polinef di bidang penelitian dan inovasi teknologi.
Plt. Wakil Direktur IV Bidang Kerja Sama Polinef, Imran, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kerja sama dengan BRIN menjadi langkah penting dalam memperkuat budaya riset di lingkungan Polinef sekaligus membuka peluang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam pengembangan penelitian nasional.
“Polinef ingin terus berkembang sebagai kampus vokasi yang tidak hanya fokus pada pembelajaran praktis, tetapi juga aktif dalam pengembangan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di Indonesia Timur. Karena itu, kami berharap ada kolaborasi lanjutan bersama BRIN, khususnya terkait topik-topik riset strategis yang dapat dikembangkan secara bersama,” terang Imran.
Ia menambahkan bahwa kerja sama riset antara perguruan tinggi dan BRIN menjadi peluang besar dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di Papua Barat, terutama dalam pengembangan inovasi berbasis potensi daerah. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam riset nasional akan memberikan pengalaman akademik sekaligus meningkatkan daya saing institusi.
Dalam diskusi tersebut juga dibahas peluang tindak lanjut kerja sama melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Polinef. Salah satu program yang dinilai potensial untuk dikembangkan adalah Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) yang memungkinkan penyusunan proposal riset secara kolaboratif antara tim Polinef dan BRIN. Melalui skema tersebut, pendanaan penelitian dapat dicari bersama, pelaksanaan riset dilakukan secara kolaboratif, dan hasil penelitian diharapkan memberikan manfaat bagi kedua institusi maupun masyarakat luas.
Imran menilai bahwa penguatan riset menjadi bagian penting dari transformasi Polinef menuju institusi pendidikan yang lebih maju dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, pendidikan tinggi di Papua tidak boleh tertinggal dalam pengembangan inovasi dan penelitian.
“Kami ingin mahasiswa dan dosen Polinef memiliki akses lebih luas terhadap ekosistem riset nasional. Kolaborasi seperti ini sangat penting agar kampus di Papua juga dapat berkontribusi dalam pengembangan teknologi, inovasi, dan solusi nyata bagi pembangunan daerah,” tambah Imran.
Melalui pertemuan ini, Polinef berharap dapat memperkuat sinergi dengan BRIN dalam bidang penelitian, pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas SDM, serta penguatan jejaring akademik nasional. Kerja sama tersebut juga diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong lahirnya berbagai inovasi riset yang berdampak bagi pembangunan Indonesia Timur, khususnya Papua Barat.
Humas Politeknik Negeri Fakfak
Jl. Imam Bonjol, Air Merah, Kabupaten Fakfak
Email: humas@polinef.id | Instagram: @info.polinef



