Fakfak – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dari 263 proposal yang diajukan perguruan tinggi se-Indonesia dalam Program Mahasiswa Berdampak Tahun 2025, sebanyak 199 perguruan tinggi dinyatakan lolos pendanaan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dari jumlah tersebut, Polinef menjadi salah satu dari 60 perguruan tinggi yang terpilih untuk memaparkan programnya pada Seminar Dampak Program Mahasiswa Berdampak tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan di Yogyakarta, Kampus Universitas Ahmad Dahlan (05/07 s.d 07/06/2026). Program yang diusung BEM Polinef berjudul “Implementasi Tongkrongan SEHAT (Sentra Hijau Energi Matahari): Inovasi Ketahanan Pangan dan Nilai Tambah Berbasis Teknologi Solar Dryer di Kampung Tanama.” Dalam kesempatan ini hadir dari Polinef, perwakilan Mahasiswa BEM Polinef, Fathur Rahman Rengen dari Prodi Pengelolaan Agribisnis Perkebunan dan Dosen pendamping kegiatan, Petrus Oktavianus Hutajulu, S.P., M.P.


Petrus menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti kemampuan mahasiswa Polinef untuk bersaing di tingkat nasional melalui program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Program ini sangat baik dan menjadi bukti bahwa Polinef mampu bersaing di tingkat nasional, khususnya dalam menghadirkan inovasi pada konsep ketahanan pangan. Para mahasiswa juga menunjukkan atensi dan komitmen yang sangat baik terhadap setiap kegiatan yang dilaksanakan,” ujar Petrus.
Keikutsertaan Polinef dalam forum nasional tersebut diharapkan dapat memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Sumber:
Petrus Oktavianus Hutajulu, S.P., M.P.
Humas Politeknik Negeri Fakfak
Jl. Imam Bonjol, Air Merah, Kabupaten Fakfak
Email: humas@polinef.id | Instagram: @info.polinef



