FAKFAK – Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) mendukung pengembangan potensi masyarakat dan pemanfaatan sumber daya lokal Papua Barat melalui keterlibatan dosen Program Studi Agroindustri Polinef, Maryati, S.Pd., M.Si., sebagai pendamping dan narasumber dalam Workshop Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Hasanuddin di Kawasan Transmigrasi Weri–Saharey, Kabupaten Fakfak, pada tanggal 7–8 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan potensi lokal masyarakat, khususnya melalui penguatan inovasi dan pemanfaatan sumber daya perkebunan serta perikanan yang tersedia di kawasan Weri–Saharey.
Pala merupakan salah satu komoditas penting bagi masyarakat Fakfak. Selama ini, fuli dan biji pala merupakan bagian tanaman pala yang memiliki nilai ekonomi utama dan menjadi produk yang banyak diperdagangkan. Sementara itu, daging buah pala belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal dan masih sering menjadi limbah pertanian. Padahal, daging buah pala memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah. Di Kota Fakfak sendiri, pemanfaatan daging buah pala telah diperkenalkan melalui berbagai kegiatan pelatihan pengolahan. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat di kawasan Weri–Saharey.
Jarak yang cukup jauh serta kondisi akses jalan yang masih mengalami kerusakan menjadi salah satu tantangan dalam menjangkau masyarakat di kawasan tersebut. Akibatnya, pelatihan dan pendampingan terkait pemanfaatan daging buah pala belum banyak menyentuh masyarakat Weri dan Saharey. Kondisi inilah yang menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Workshop Tim Ekspedisi Patriot Universitas Hasanuddin. Kehadiran perguruan tinggi melalui kegiatan pendampingan dan berbagi pengetahuan diharapkan dapat membuka akses masyarakat terhadap inovasi pengolahan sumber daya lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.


Pada hari pertama, 7 September 2026, Maryati mendampingi kegiatan pelatihan yang dilaksanakan oleh Tim 8 Patriot Universitas Hasanuddin. Pelatihan tersebut berfokus pada pemanfaatan daging buah pala melalui pembuatan berbagai produk olahan, yaitu manisan pala basah, manisan pala kering, dan sambal pala. Pelatihan tersebut menjadi pengalaman baru dan penting bagi masyarakat Weri–Saharey dalam melihat daging buah pala dari perspektif yang berbeda. Bagian buah yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi menjadi limbah pertanian dapat diolah menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah.
Melalui praktik langsung pembuatan manisan pala basah, manisan pala kering, dan sambal pala, masyarakat diperkenalkan pada alternatif pengolahan hasil perkebunan lokal. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang teknik pengolahan, tetapi juga membuka wawasan mengenai peluang pengembangan usaha berbasis potensi yang tersedia di lingkungan masyarakat sendiri. Pemanfaatan daging buah pala menjadi produk olahan memiliki arti penting, terutama dalam mendukung konsep hilirisasi komoditas pala. Jika selama ini nilai ekonomi pala lebih banyak bertumpu pada fuli dan bijinya, maka pemanfaatan daging buah dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan nilai tambah dari keseluruhan bagian buah pala.


Memasuki hari kedua, 8 September 2026, Maryati kembali mengambil peran sebagai narasumber dalam kegiatan sharing session bersama Tim 11 Patriot Universitas Hasanuddin. Dalam sesi tersebut, dibahas berbagai peluang pengembangan usaha lokal masyarakat Kampung Weri dan Saharey berdasarkan potensi sumber daya yang tersedia. Diskusi berfokus pada sektor perkebunan, khususnya pala dan rica, serta sektor perikanan. Selain membahas potensi komoditas utama, kegiatan sharing session juga mengangkat peluang pengembangan produk-produk turunan berbasis pala dan hasil perikanan sebagai bagian dari upaya menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Dalam sesi tersebut, pentingnya inovasi dalam pengembangan usaha lokal menjadi salah satu perhatian utama. Potensi sumber daya alam yang melimpah perlu diikuti dengan kemampuan masyarakat dalam mengolah bahan baku menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Pengembangan produk turunan pala, khususnya melalui pemanfaatan daging buah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, dapat menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan bagi masyarakat. Demikian pula dengan potensi hasil perikanan yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan sesuai dengan kebutuhan dan peluang pasar.
Kegiatan ini juga menjadi ruang pertukaran gagasan antara masyarakat, akademisi, dan Tim Ekspedisi Patriot Universitas Hasanuddin. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan solusi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di kawasan Weri–Saharey. Keterlibatan Politeknik Negeri Fakfak dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan inovasi. Kehadiran dosen di tengah masyarakat diharapkan dapat menjadi jembatan antara potensi lokal, pengetahuan akademik, dan peluang pengembangan ekonomi masyarakat.
Dengan adanya pelatihan pengolahan daging buah pala dan sharing session mengenai pengembangan usaha lokal, masyarakat Weri–Saharey diharapkan semakin terdorong untuk melihat potensi daerah secara lebih luas.Daging buah pala yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dan cenderung menjadi limbah pertanian kini memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk pangan bernilai tambah. Melalui inovasi, pendampingan, dan kolaborasi berkelanjutan, potensi perkebunan dan perikanan di Weri–Saharey diharapkan dapat menjadi kekuatan baru dalam mendorong kemandirian dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Kehadiran Tim Ekspedisi Patriot Universitas Hasanuddin di Weri–Saharey merupakan bagian dari Program Ekspedisi Patriot 2026 yang diinisiasi Kementerian Transmigrasi melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi mitra. Melalui kegiatan riset, pendampingan, dan berbagi pengetahuan, program ini diharapkan mampu menghubungkan potensi lokal dengan inovasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Keterlibatan Politeknik Negeri Fakfak sebagai narasumber menjadi bagian dari semangat kolaborasi antarkampus untuk mendorong hilirisasi pala dan pengembangan ekonomi lokal di Kabupaten Fakfak.
Sumber/ Kontributor: Maryati, S.Pd., M.Si.
Humas Politeknik Negeri Fakfak
Jl. Imam Bonjol, Air Merah, Kabupaten Fakfak
Email: humas@polinef.id | Instagram: @info.polinef



