Fakfak – Wahyudin, salah satu mahasiswa D3 Teknik Listrik Politeknik Negeri Fakfak berhasil meraih prestasi dengan menjuarai kompetensi lari juara 1 untuk lari jarak 5.000 meter dan juara ke 2 untuk lari jarak 1.500 meter di Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) XV Politeknik se-Indonesia, 24 Juli hingga 1 Agustus 2026 di Medan, Sumatera Utara. Humas Polinef berkesempatan mewawancarai Wahyudin, selepas ia pulang kuliah, Rabu (28/10) di ruang lobby D3 Teknik Listrik Politeknik Negeri Fakfak.
Humas Polinef(HP): Hallo, selamat sore Wahyudin, kami dengar kemarin ikut Porseni di Medan, itu juara ya juara ke berapa ya?
Wahyudin (W): Juara 1 untuk 5000 meter pagi nah setelah jam 3 itu sudah mulai lagi ke tahap berikut 1500 meter itu alhamdulillah juara ke 2.
HP: Itu dua prestasinya kemarin ya. Nah untuk lari ini ikut Porseni ini itu ada Latihan khusus kah dari Wahyudin sampai bisa mencapai prestasi ini?
W: Kalau untuk latihannya itu, sistemnya percaya dan modal nekad. Maksudnya latihan dimulai dari diri sendiri.
HP: Kalau untuk latihannya apakah ada waktu atau tempat khusus untuk Latihan?
W: Kalau untuk latihanya itu pertama di jalan belakang poltek dan bandara ( ex bandara torea – red). Selama 1 bulan setiap hari. Latihannya setelah kuliah dari jam 4 kadang sampai jam 5 kadang sampai jam 6 kadang pun sampai jam 7 malam. Nah itu untuk latihan sebulannya. Disuruh sama kampus lagi, kau sudah pernah ikut lomba untuk lari kah belum? Belum, sebelumnya belum.
Bahkan saya baru terjun ke dunia lari baru untuk 1 bulan itu, karena atas dukungan dari pelatih silat saya. Fisikmu bagus, alihkan ke lari saja biar kau bisa berangkat tapi dengan 1 syarat kau harus membawa nama harum Politeknik. Saya buktikan dengan mulai pada saat atraksi kemarin, juara 1. Itu motivasi bagi saya juga. Tantangan besar bagi saya. Karena saya harus lawan juara 1 dari tahun kemarin 2025. Ih saya berat kali, itu sudah pengalaman, modal nekad dan percaya saja.
HP: Modal nekad dan percaya saja?
W: Ya, modal nekad dan percaya saja. Disuruh dari kampus, kau harus cari pelatih yang betul-betul siap melatih kau. Saya juga ada teman saya di Bau Bau di Buton, bisa tidak untuk melatihkan saya,izin balik ke Fakfak, Kau siap tidak, karena lari itu tidak gampang. Saya siap. Lalu dikasih program-program.
HP: Kayak gimana itu program-programnya?
W: Itu ada easy run, ada juga long run, ada juga interval, ada juga job streak, ah itu 100 meter jogging 100 meter sprint, ada juga tempo, tempo itu kecepatan dengan jarak dan waktu yang ditentukan. Misalnya mencapai 3 kilo nih harus PB-nya harus dapat sepuluh menit. Dengan pace yang besar, misalnya pace 3 atau pace 2.
HP: Terus apalagi latihannya?
W: Berenang setiap hari untuk bantu recovery, vitamin juga tidak lupa, vitamin saya awalnya dikasih sama kampus juga madu , harus diet harus turunkan berat badan dari 55 ke 52 lalu ke 51.
Untuk program latihannya tuh tiap hari berbeda-beda programnya. Kadang kalau rasa berat itu Long run, long run itu jarak. 15 kilo ke atas. Seperti dari wilayah Sebrang sampai ke wilayah Kiat. Terus kalau 20 kilonya itu targetnya dari wilayah Agora Sebrang sampai wilayah Sekban baru balik lagi, bolak balik.
HP: Ada yang lebih dari itu kah?
W: Ada yang sampai 25 kilo, 25 itu targetnya 3 jam.
HP: Dari mana kemana?
W: Itu putaran. Kalau sudah tempat itu lari ketempat lain. Misalnya dari arah Agora Sebrang kea rah Sekban balik lagi ke kota di kotanya 5 kilo
HP: Jadi ada beragam Latihan ya? Jadi gak Cuma 15 kilo aja
W: Sistemnya marathon.
HP: Selama Latihan didampingi sama coachnya tadi? Siapa nama coachnya?
W: Namanya Sahrin dan Pak Wiko. Untuk Sahrin itu berdasarkan pengalaman mengikuti beberapa lomba lari dia saja. Jadi pernah untuk pengalaman di kecepatan larinya.
HP: Untuk yang interval dan job streak, itu yang lain gimana?
W: Untuk yang interval ini di pace 2. Dengan kecepatan sekitar 70 – 80 an. Larinya sesuai dengan kemampuan sampai 300 di kali 15 atau 10 putaran stadion.
HP: Jadi untuk yang interval itu di stadion? Kalau long run di luar stadion?
W: Ya. Kalau interval di stadion. Kalau long run di luar stadion untuk menambah mental. Kalau interval untuk kecepatan.
HP: Kalau easy run itu?
W: Kalau easy run itu untuk recovery.
HP: Apa harus setiap hari lari atau ada jeda?
W: Kalau untuk kejar PB itu tidak ada jedanya. Karena waktu saya kan udah mepet kan bu, jadi PB saya awalnya 20 kemudian dari kampus minta agar PB menjadi 17. Jadi 2 minggu aja, jadi pastikan kalau dia sesuai target baru saya bisa berangkat. Awalnya seleksi lagi.
HP: Ow jadi latihannya cukup padat ya. Jadi sebelum masuk Polinef belum jadi atlet lari ya?
W: Belum pernah. Sama sekali
HP: Tapi apakah ada olahraga yang diikuti sebelumnya?
W: Dulunya saya di Bola Besar. Juara 1 bola besar di Seram waktu sekolah.
HP: Kan sekarang sudah dapat juara di Lari, untuk kedepannya akan terus di Lari atau di Silat?
W: Kalau saya sih inginnya tetap saja stabil sistemnya kalau saya di Lari saya akan tingkatkan di PB-nya saya juga sedang pencarian bibit baru di Polinef agar ke depan jika saya tidak ada lagi tetap ada yang melanjutkan meneruskan.
HP: Kira-kira ada saran untuk adik-adik mahasiswa baru yang ikut tim atau mengikuti jejak Wahyudin?
W: kalau saya sih alhamdulillah diberi kesempatan dari sebelumnya kan diberi kesempatan kontingen teman-teman atlet, kalau boleh menambahkan 1 orang atlet Perempuan dan 1 orang atlet laki-laki. Kalau boleh itu estafet, itu satu tim 4 orang tapi saya masih berat, nyari 4 orang bisa tidak quotanya apalagi tambah perempuan lagi. Jadi saran saya 3 orang saja. Saya sama laki-laki sama perempuan. Perempuannya di sprinter dan laki-lakinya di sprinter biar saya di long run.
HP: Ada lagi yang mau disampaikan untuk rekan-rekan mahasiswa baru yang tertarik dunia lari?
W: Mencoba saja…Mencoba saja hal-hal baru, jangan takut gagal!
HP: Ok. Terima kasih waktunya Wahyudin.


Humas Politeknik Negeri Fakfak
Jl. Imam Bonjol, Air Merah, Kabupaten Fakfak
Email: humas@polinef.id | Instagram: @info.polinef



