Petrus Oktavianus H., S.P., M.P.:”Bangun kompetensi, kuasai teknologi, cintai potensi daerah — dan jadilah pelaku perubahan bagi Papua Barat”

Petrus Oktavianus H., S.P., M.Si.:”Bangun kompetensi, kuasai teknologi, cintai potensi daerah — dan jadilah pelaku perubahan bagi Papua Barat”.

Fakfak – Pada kesempatan ini kami mewawancarai Petrus Oktavianus Hutajulu, S.P., M.P, Ketua Program Studi D4 Agribisnis dan Perkebunan Politeknik Negeri Fakfak (Polinef). D4 Agribisnis dan Perkebunan Polinef merupakan salah satu dari program studi yang masih cukup baru usianya dibandingkan dengan program studi lainnya yang ada di Polinef. Mari kita simak wawancara dengan kami terkait Program Studi D4 Agribisnis Perkebunan Polinef di artikel berikut.

1.Pak Petrus, apa sebenarnya visi utama D4 Agribisnis dan Perkebunan Polinef dalam mendukung potensi pertanian lokal di Kabupaten Fakfak?

Visi  utama D4 Agribisnis dan Perkebunan Polinef yaitu menjadi Program Studi Unggulan bidang pengelolaan agribisnis berkelanjutan berbasis Potensi Daerah dengan terciptanya  tenaga ahli professional, inovatif dan aplikatif berdaya saing global.

2.Kurikulum apa yang paling membedakan prodi ini dari politeknik lain di Papua Barat?

Di D4 Agribisnis dan Perkebunan Polinef kami memiliki kurikulum:

Berbasis Potensi Komoditas Lokal Papua Barat

Kurikulum kami secara eksplisit mengintegrasikan komoditas unggulan daerah Fakfak seperti pala, kelapa, enau, dan kelapa sawit ke dalam mata kuliah seperti:

  • Agribisnis Pengelolaan Komoditi Lokal
  • Manajemen Usaha Tanaman Perkebunan
  • Teknologi Pascapanen dan Pengolahan
  • Sistem Pertanian Berkelanjutan

Integrasi Manajemen Hulu–Hilir Berbasis Value Chain

Berbeda dari program yang hanya fokus pada budidaya, kurikulum kami dirancang berbasis sistem agribisnis terintegrasi, meliputi:

  • Pra-produksi
  • Produksi
  • Pascapanen
  • Pengolahan
  • Logistik
  • Pemasaran global (ekspor–impor)
  • Digital marketing agribisnis

Penguatan Digitalisasi dan Agriculture 4.0

Kami memasukkan unsur:

  • Digital marketing agribisnis
  • Manajemen ritel dan pemasaran digital
  • Metode kuantitatif agribisnis
  • Analisis keuangan berbasis data
  • Adaptasi teknologi pertanian modern

Sehingga lulusan siap menghadapi era smart agriculture dan agritech entrepreneurship.

 

Petrus Oktavianus H., S.P., M.Si.:”Bangun kompetensi, kuasai teknologi, cintai potensi daerah — dan jadilah pelaku perubahan bagi Papua Barat”.
Petrus Oktavianus H., S.P., M.P.:”Bangun kompetensi, kuasai teknologi, cintai potensi daerah — dan jadilah pelaku perubahan bagi Papua Barat”.

 

3.Tantangan terbesar prodi saat ini dan strategi solusinya seperti apa?

Tantangan prodi saat ini diantaranya terkait Link and Match dengan Dunia Industri (DUDIKA). Meskipun sudah ada mitra, konsistensi kolaborasi dan penyerapan lulusan perlu diperkuat. Sementara untuk Strategi Solusi dari tantangan  Link and Match kami yaitu:

  • Pelaksanaan MoU aktif dengan perusahaan perkebunan di Fakfak.
  • Penyelarasan kurikulum berbasis FGD tahunan dengan industri.
  • Program magang 20 SKS semester VII sebagai jalur rekrutmen langsung.
  • Sertifikasi kompetensi tambahan bagi mahasiswa.

Untuk tantangan berikutnya yaitu tantangan terkait Minat Mahasiswa dan Branding Prodi Baru, Sebagai prodi baru, tingkat awareness masyarakat masih perlu ditingkatkan.Untuk Strategi Solusi untuk tantangan ini diantaranya adalah dengan melakukan kegiatan:

  • Promosi berbasis potensi lokal Papua Barat.
  • Publikasi keberhasilan mahasiswa dan magang industri.
  • Program pengabdian masyarakat berbasis komoditas lokal.
  • Branding sebagai prodi agribisnis perkebunan pertama berbasis potensi daerah di Fakfak.

      Tantangan berikutnya yaitu terkait tantangan Keberlanjutan dan Isu Lingkungan. Saya

melihat Industri perkebunan sering dikaitkan dengan isu lingkungan dan sustainability.

      Maka untuk Strategi Solusi untuk tantangan ini diantaranya dengan :

  • Penguatan mata kuliah Sistem Pertanian Berkelanjutan.
  • Integrasi circular economy dalam pembelajaran.
  • Edukasi praktik perkebunan ramah lingkungan.
  • Penelitian terapan berbasis potensi lokal berkelanjutan.
Petrus Oktavianus H., S.P., M.Si.:”Bangun kompetensi, kuasai teknologi, cintai potensi daerah — dan jadilah pelaku perubahan bagi Papua Barat”.
Petrus Oktavianus H., S.P., M.P.:”Bangun kompetensi, kuasai teknologi, cintai potensi daerah — dan jadilah pelaku perubahan bagi Papua Barat”.

 

 

4.Sebagai prodi yang masih cukup baru di Polinef seperti apa lulusan yang diharapkan dan peluang kerjanya di bidang apa saja?

Untuk Target Lulusan kami berharap lulusan D4 Agribisnis dan Perkebunan Polinef dapat menjadi lulusan yang:

Profesional dan siap kerja (Level 6 KKNI)
Mampu mengelola usaha perkebunan dari hulu hingga hilir secara aplikatif, berbasis teknologi, dan berkelanjutan.

Adaptif terhadap digitalisasi agribisnis
Menguasai manajemen produksi, pascapanen, pemasaran digital, serta analisis keuangan usaha.

Berjiwa wirausaha (job creator)
Mampu membaca peluang komoditas lokal seperti pala, kelapa, enau, dan sawit, serta mengembangkan usaha berbasis potensi daerah.

Untuk peluang kerja lulusan D4 Agribisnis dan Perkebunan Polinef diantaranya:

  1. Supervisor / Asisten Manajer Perkebunan di perusahaan perkebunan.
  2. Analis dan Manajer Agribisnis (produksi, pemasaran, rantai pasok).
  3. Penyuluh Perkebunan di instansi pemerintah atau swasta.
  4. Konsultan Agribisnis dan pendamping UMKM perkebunan.
  5. Wirausaha Agribisnis berbasis komoditas lokal dan digital marketing.
  6. Peneliti terapan / akademisi vokasi di bidang agribisnis perkebunan.

 

 

Petrus Oktavianus H., S.P., M.Si.:”Bangun kompetensi, kuasai teknologi, cintai potensi daerah — dan jadilah pelaku perubahan bagi Papua Barat”.
Petrus Oktavianus H., S.P., M.P.:”Bangun kompetensi, kuasai teknologi, cintai potensi daerah — dan jadilah pelaku perubahan bagi Papua Barat”.

 

 

 

5.Pesan inspiratif untuk calon mahasiswa Papua Barat yang minat agribisnis?

Papua Barat bukan daerah dengan keterbatasan, tetapi daerah dengan potensi luar biasa. Tanah kita kaya pala, kelapa, enau, sawit, dan berbagai komoditas bernilai tinggi. Yang dibutuhkan bukan hanya petani, tetapi generasi muda yang mampu mengelola, mengembangkan, dan memberi nilai tambah pada hasil bumi sendiri.

Agribisnis hari ini bukan lagi soal bertani secara tradisional. Ini tentang manajemen, teknologi, inovasi, dan kewirausahaan. Ini tentang bagaimana anak Papua bisa menjadi manajer perkebunan, konsultan agribisnis, bahkan pengusaha yang produknya menembus pasar nasional dan global.

Jangan pernah ragu untuk memilih agribisnis. Ketika kita mengelola tanah sendiri dengan ilmu dan integritas, kita sedang membangun masa depan daerah kita.Bangun kompetensi, kuasai teknologi, cintai potensi daerah — dan jadilah pelaku perubahan bagi Papua Barat.

 

 

 

 

 

 

 

Humas Politeknik Negeri Fakfak

 Jl. Imam Bonjol, Air Merah, Kabupaten Fakfak

 Email: humas@polinef.id | Instagram: @info.polinef