Polinef Dampingi Kelompok Tani Hutan Warkamah, Dukung Pemanfaatan Mesin Briket Modern dari KPHP Unit XVI Fakfak

Polinef Dampingi Kelompok Tani Hutan Warkamah, Dukung Pemanfaatan Mesin Briket Modern dari KPHP Unit XVI Fakfak

FAKFAK – Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) mendukung langkah KPHP Unit XVI Fakfak dalam mendorong modernisasi ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan melalui penyerahan bantuan sarana produksi briket arang modern kepada warga Kampung Hambriangkendik, Distrik Fakfak Tengah, Selasa (5/5). Program ini menjadi bagian dari upaya percepatan hilirisasi hasil hutan bukan kayu agar mampu menghasilkan produk bernilai jual lebih tinggi dan memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Polinef melalui Program Studi Agroindustri hadir sebagai mitra ahli untuk memberikan materi sekaligus pendampingan praktik kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Warkamah. Keterlibatan ini merupakan wujud komitmen Polinef dalam mendukung pengembangan inovasi berbasis potensi lokal, sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengolah sumber daya hutan secara lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

 

Polinef Dampingi Kelompok Tani Hutan Warkamah, Dukung Pemanfaatan Mesin Briket Modern dari KPHP Unit XVI Fakfak
Kepala KPHP Unit XVI Fakfak bersama warga Kampung Hambriangkendik, Distrik Fakfak Tengah

 

Melalui kolaborasi dengan KPHP Unit XVI Fakfak dan dukungan program FOLU Net Sink 2030 dari BPDLH dan Kementerian Kehutanan, Polinef berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari penguatan usaha berbasis hasil hutan non-kayu di Fakfak. Sinergi ini juga diharapkan membuka peluang lahirnya model pendampingan yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong kemandirian ekonomi di tingkat kampung.

Modernisasi Alat: Optimalkan Mixer dan Mesin Screw Press

Dukungan sarana produksi yang diserahkan kepada KTH Warkamah terdiri dari satu unit mesin mixer berkapasitas 50-100 kg dan dua unit mesin cetak tipe Screw Press. Kehadiran peralatan canggih ini bertujuan menggantikan metode manual, sehingga mampu meningkatkan efisiensi dan kualitas briket secara signifikan.

Selain mesin utama, bantuan juga mencakup drum retort kiln (karbonasi), rak besi untuk proses penjemuran serta Alat Pelindung Diri (APD) seperti sarung tangan, sepatu bot, dan celemek guna menjamin standar keselamatan kerja para anggota kelompok.

 

       Alat Screw Press
Alat Screw Press

 

Alat Mixer
Alat Mixer

 

Proses pengoperasian dan perawatan teknis mesin-mesin tersebut didampingi langsung oleh tenaga teknisi dari KPHP Unit XVI. Pendampingan ini memastikan warga yang berkumpul di kediaman Bapak Rafael Temongmere mampu menguasai teknologi baru tersebut dengan prosedur operasional yang benar.

Edukasi Formulasi dan Praktikum Mahasiswa

Sementara itu, aspek edukasi dan formulasi produk dipimpin oleh Maryati, S.Pd., M.Si. dari Polinef. Fokus bimbingan teknis diarahkan pada pemanfaatan bahan baku lokal berupa serbuk gergaji dan limbah cangkang biji pala menjadi produk unggulan.

Kualitas kegiatan ini diperkuat dengan keterlibatan tiga mahasiswa Agroindustri Polinef: Abdullah Rumakway, Abu Karim Tofir, dan Yunny Siska Kabes. Ketiga mahasiswa ini menjadikan momentum penyerahan alat tersebut sebagai wadah praktikum lapangan langsung untuk mengaplikasikan mata kuliah Teknologi Pengolahan Limbah. Di bawah supervisi Maryati, mereka mendampingi warga memastikan campuran bahan baku di dalam mesin mixer mencapai standar yang diinginkan sebelum memasuki tahap pencetakan.

 

PENGUATAN KAPASITAS: Narasumber memberikan materi mengenai formulasi, standar mutu, serta teknik pengemasan dan pelabelan briket arang kepada masyarakat KTH Warkamah di Kampung Hambriangkendik, Fakfak
PENGUATAN KAPASITAS: Narasumber memberikan materi mengenai formulasi, standar mutu, serta teknik pengemasan dan pelabelan briket arang kepada masyarakat KTH Warkamah di Kampung Hambriangkendik, Fakfak

 

DARI MANUAL KE MESIN: Masyarakat KTH Warkamah mempraktikkan proses pengolahan briket arang secara manual dan menggunakan mesin screw press modern. Pendampingan ini bertujuan memperkenalkan teknologi tepat guna untuk mengoptimalkan produksi briket dari campuran serbuk gergaji dan limbah cangkang biji pala
DARI MANUAL KE MESIN: Masyarakat KTH Warkamah mempraktikkan proses pengolahan briket arang secara manual dan menggunakan mesin screw press modern. Pendampingan ini bertujuan memperkenalkan teknologi tepat guna untuk mengoptimalkan produksi briket dari campuran serbuk gergaji dan limbah cangkang biji pala

 

DARI MANUAL KE MESIN: Masyarakat KTH Warkamah mempraktikkan proses pengolahan briket arang secara manual dan menggunakan mesin screw press modern. Pendampingan ini bertujuan memperkenalkan teknologi tepat guna untuk mengoptimalkan produksi briket dari campuran serbuk gergaji dan limbah cangkang biji pala
DARI MANUAL KE MESIN: Masyarakat KTH Warkamah mempraktikkan proses pengolahan briket arang secara manual dan menggunakan mesin screw press modern. Pendampingan ini bertujuan memperkenalkan teknologi tepat guna untuk mengoptimalkan produksi briket dari campuran serbuk gergaji dan limbah cangkang biji pala

 

Harapan Kemandirian Ekonomi: Konsistensi Produksi dan Target Pasar

Demi menjamin daya saing di pasar nasional, Maryati, selaku narasumber teori sekaligus pendamping produksi, menekankan pentingnya konsistensi mutu pada setiap briket yang dihasilkan. Dalam sesi pendampingan tersebut, ia memaparkan bahwa keberhasilan hilirisasi sangat bergantung pada standar proses yang dilakukan oleh masyarakat.

Sebagai langkah konkret, Maryati menjelaskan bahwa rencana tindak lanjut dari program ini mencakup pengujian laboratorium di Agroindustri Politeknik Negeri Fakfak (Polinef). Fokus pengujian akan diarahkan pada briket yang diproduksi menggunakan mesin screw press modern guna memvalidasi kualitas produk agar selaras dengan kriteria Standar Nasional Indonesia (SNI) sebelum dipasarkan secara masif.

Dalam praktik di lapangan, Maryati mendampingi masyarakat KTH Warkamah mengombinasikan dua metode produksi: cetakan manual dan cetakan mesin screw press. Penggunaan mesin modern ini menjadi titik balik bagi warga Kampung Hambriangkendik untuk meningkatkan kapasitas dan kepadatan briket arang.

 

Cetakan Manual
Cetakan Manual

 

Cetakan mesin screw press
Cetakan mesin screw press

 

“Harapannya, masyarakat dapat konsisten memproduksi briket arang dengan terus memperbaiki kemasan, memberikan label yang menarik, dan meningkatkan mutu. Dengan begitu, produk ini dapat dipasarkan tidak hanya di Fakfak, tetapi juga merambah pasar nasional hingga menembus pasar ekspor,” jelas Maryati di sela-sela pemberian materi.

Melalui sinergi strategis antara penyediaan sarana mesin dari KPHP Unit XVI Fakfak dan bimbingan teknis yang diberikan Maryati bersama akademisi Polinef, warga diharapkan tumbuh menjadi komunitas mandiri. Upaya ini menjadi pondasi kuat dalam menghasilkan produk unggulan yang kompetitif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan.

 

 

 

Sumber: Maryati, S.Pd., M.Si

 

 

 

Humas Politeknik Negeri Fakfak

 Jl. Imam Bonjol, Air Merah, Kabupaten Fakfak

 Email: humas@polinef.id | Instagram: @info.polinef