Fakfak – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (25/08) di Auditorium Ruang Kuliah Bersama, Kampus Politeknik Negeri Fakfak. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperkuat nilai keislaman, persaudaraan, serta karakter dalam kehidupan akademik dan organisasi.Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dihadiri Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Sistem Informasi Politeknik Negeri Fakfak, Riyadh Arridha, S.Kom., M.T, Ustadz Usman Abdul Malik, Petrus Oktavianus Hutajulu, S.P., M.P – Dosen Pembina BEM Polinef, jajaran pengurus BEM Polinef, serta perwakilan mahasiswa dari perguruan tinggi lain di Kabupaten Fakfak seperti STT dan STIA.
Kehadiran perwakilan organisasi mahasiswa lintas kampus turut memberikan nuansa silaturahmi dan memperkuat hubungan antarmahasiswa di Fakfak. Kegiatan diisi dengan rangkaian acara keagamaan dan tausiyah yang mengajak mahasiswa untuk kembali memahami serta meneladani kehidupan Rasulullah SAW. Nilai-nilai seperti kepemimpinan, kejujuran, tanggung jawab, kesabaran, dan keberanian dalam memperjuangkan kebaikan menjadi bagian penting yang relevan dengan kehidupan mahasiswa saat ini.
Ketua BEM Politeknik Negeri Fakfak, Said Umar Almahdaly yang juga merupakan mahasiswa Program Studi Manajemen Informatika 2024, mengatakan bahwa Maulid Nabi tidak seharusnya dimaknai sebatas kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melakukan refleksi terhadap keteladanan Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.“Alhamdulillah, BEM Politeknik Negeri Fakfak telah melaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk memperkuat nilai keislaman, persaudaraan, dan karakter mahasiswa,” ujar Said. Ia menjelaskan, keteladanan Rasulullah SAW memiliki relevansi yang kuat dengan kehidupan mahasiswa, terutama dalam membangun karakter dan integritas.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga harus mampu menjadikan akhlak sebagai dasar dalam mengambil keputusan dan menjalankan tanggung jawab. “ Bagi kami, Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, ini adalah ruang untuk kembali merefleksikan keteladanan Rasulullah SAW—tentang kepemimpinan, kejujuran, tanggung jawab, kesabaran, serta keberanian dalam memperjuangkan kebaikan,” katanya.
Said menambahkan, nilai-nilai tersebut penting untuk diterapkan mahasiswa, baik dalam lingkungan akademik, organisasi maupun ketika terlibat dalam kehidupan sosial dan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa sebagai generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam membawa perubahan, sehingga kemampuan akademik perlu berjalan beriringan dengan integritas dan akhlak.“Sebagai mahasiswa, kita tidak hanya dituntut untuk cerdas secara intelektual, tetapi juga harus memiliki integritas dan akhlak yang menjadi dasar dalam setiap tindakan. Nilai-nilai itulah yang harus kita bawa dalam kehidupan akademik, organisasi, maupun dalam pengabdian kepada masyarakat,” lanjutnya.
Peringatan Maulid Nabi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarmahasiswa dan organisasi kemahasiswaan. Kehadiran perwakilan BEM dari kampus lain di Fakfak menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dapat menjadi wadah untuk membangun komunikasi dan silaturahmi lintas perguruan tinggi. Bagi BEM Polinef, pertemuan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan hari besar keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan di kalangan mahasiswa. Perbedaan kampus, program studi, maupun organisasi diharapkan tidak menjadi sekat dalam membangun hubungan positif dan kolaborasi antarmahasiswa.
Dalam kesempatan tersebut, Said juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, terselenggaranya kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan panitia, pengurus BEM, sivitas akademika, serta berbagai pihak yang telah memberikan kontribusi.“ Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, pengurus BEM, civitas akademika, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ungkapnya. Ia berharap momentum Maulid Nabi dapat memberikan dampak lebih jauh bagi kehidupan mahasiswa, bukan hanya pada saat kegiatan berlangsung, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari. Semangat meneladani Rasulullah SAW diharapkan dapat diwujudkan melalui sikap jujur, bertanggung jawab, saling menghargai, serta konsisten dalam menjalankan amanah.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar BEM Polinef tersebut pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk memperkuat karakter sekaligus membangun semangat persaudaraan di tengah kehidupan kampus.Melalui momentum tersebut, mahasiswa Polinef diharapkan mampu menjadikan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sebagai bagian dari kehidupan akademik dan organisasi. Dengan demikian, kecerdasan intelektual dapat berjalan beriringan dengan akhlak dan integritas sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja maupun memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Sumber/Kontributor: Said Umar Almahdaly, Ketua BEM Polinef, Mahasiswa Manajemen Informatika Polinef
Humas Politeknik Negeri Fakfak
Jl. Imam Bonjol, Air Merah, Kabupaten Fakfak
Email: humas@polinef.id | Instagram: @info.polinef



