Dari Silat Ke Lintasan Atletik, Wahyudin Torehkan Prestasi Membanggakan bagi Politeknik Negeri Fakfak

Dari Silat Ke Lintasan Atletik, Wahyudin Torehkan Prestasi Membanggakan bagi Politeknik Negeri Fakfak

FAKFAK – Wahyudin Rumain, mahasiswa Program Studi D3 Teknik Listrik Politeknik Negeri Fakfak (Polinef), meraih dua prestasi pada Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) XV Politeknik se-Indonesia 2026. Ia menjadi juara pertama lari 5.000 meter dan juara kedua lari 1.500 meter dalam kompetisi yang berlangsung di Medan, Sumatera Utara, 24 Juli hingga 1 Agustus 2026.

Capaian ini istimewa karena Wahyudin baru menekuni olahraga lari sekitar satu bulan sebelum kompetisi. Sebelumnya, ia lebih banyak berkecimpung dalam olahraga silat dan pernah meraih prestasi pada cabang olahraga lain saat bersekolah di Seram.

Dalam wawancara dengan Humas Polinef, Rabu (28/10/2026) di lobi Program Studi D3 Teknik Listrik, Wahyudin menceritakan bahwa ia berlatih setiap hari setelah perkuliahan, sekitar pukul 16.00–19.00 WIT. Ia berlatih di jalan belakang kampus hingga kawasan bekas Bandara Torea dengan didampingi pelatih Sahrin dan Wiko.

Program latihannya meliputi easy run, long run, latihan interval, dan latihan tempo untuk membangun daya tahan serta kecepatan. Ia juga berenang untuk membantu pemulihan fisik, menjaga asupan vitamin, mengonsumsi madu, dan mengatur berat badan demi menunjang performa.

Menurut Wahyudin, mengikuti kompetisi tingkat nasional merupakan tantangan karena ia harus bersaing dengan atlet yang lebih berpengalaman. Namun, ia menjadikannya motivasi untuk terus berlatih dan berani mencoba bidang baru. Keberhasilan meraih dua gelar juara itu turut mengharumkan nama Polinef di ajang olahraga mahasiswa tingkat nasional.

Selain itu, ia menjalani program penurunan berat badan dari 55 kilogram menjadi 52 kilogram, hingga mencapai 51 kilogram. Program latihannya bervariasi setiap hari, termasuk long run dengan jarak 15 kilometer atau lebih. Salah satu rutenya dimulai dari wilayah Sebrang hingga Kiat. Untuk jarak 20 kilometer, ia menargetkan rute dari wilayah Agora Sebrang menuju Sekban, kemudian kembali melalui jalur yang sama. Selain latihan lari, ia juga berlatih berenang untuk membantu recoverynya.

“Berenang setiap hari untuk bantu recovery, vitamin juga tidak lupa, vitamin saya awalnya dikasih sama kampus juga madu , harus diet harus turunkan berat badan dari 55 ke 52 lalu ke 51. Untuk program latihannya tuh tiap hari berbeda-beda programnya. Kadang kalau rasa berat itu Long run, long run itu jarak. 15 kilo ke atas. Seperti dari wilayah Sebrang sampai ke wilayah Kiat. Terus kalau 20 kilonya itu targetnya dari wilayah Agora Sebrang sampai wilayah Sekban baru balik lagi, bolak balik,” ujar Wahyudin.

Ke depan, Wahyudin bertekad meningkatkan kemampuan dan memperbaiki catatan waktu larinya. Ia berharap prestasinya dapat memotivasi mahasiswa lain untuk mengembangkan potensi dan berani mencoba hal baru.

Menutup wawancara, Wahyudin berpesan kepada mahasiswa, “Mencoba saja hal-hal baru, jangan takut gagal!,” tutup Wahyudin. Pesan ini menegaskan bahwa keberanian, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar dapat membuka kesempatan meraih prestasi.

 

 

 

 

 

Penulis/ Kontributor: Fifi, Mahasiswa MI Polinef

Humas Politeknik Negeri Fakfak

 Jl. Imam Bonjol, Air Merah, Kabupaten Fakfak

 Email: humas@polinef.id | Instagram: @info.polinef