Fakfak – Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) tahun ini menggelar Sertifikasi Kompetensi 2026 bagi 206 mahasiswa dari enam program studi—Manajemen Informatika, Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Listrik, Agroindustri, serta Teknik Rekayasa Jalan dan Jembatan—setelah program tersebut lolos sebagai penerima Bantuan Program Sertifikasi Kompetensi dan Profesi Mahasiswa Vokasi Tahun 2026 dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Sertifikasi yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Polinef ini bertujuan memastikan lulusan memiliki keahlian kerja yang terukur dan diakui secara nasional oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Berikut hasil wawancara dengan Wakil Direktur 1 Bidang Akademik Politeknik Negeri Fakfak, Budiman, S.T., M.T
1. Bagaimana Bapak melihat pentingnya Sertifikasi Kompetensi 2026 dalam memperkuat kompetensi mahasiswa Polinef sebagai mahasiswa pendidikan vokasi?
Jawab:
Pendidikan vokasi berakar pada prinsip link and match serta kesiapan kerja nyata. Sertifikasi kompetensi yang diselenggarakan LSP Polinef bukan sekadar pelengkap administratif kelulusan, melainkan instrumen validasi resmi atas standar keterampilan teknis mahasiswa. Ijazah membuktikan proses akademik telah selesai, sedangkan sertifikat kompetensi dari BNSP membuktikan bahwa keterampilan mahasiswa telah teruji sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Mahasiswa Polinef harus memiliki daya tawar yang setara dengan lulusan perguruan tinggi lain di seluruh Indonesia. Sertifikasi ini memberikan legitimasi formal bahwa keterampilan teknis anak-anak Papua Barat dan Fakfak kompeten dan terstandarisasi. Uji kompetensi menjadi cermin evaluasi kurikulum praktikum di kampus—memastikan materi di bengkel dan laboratorium benar-benar sejalan dengan kebutuhan dunia profesi.
2. Sejauh mana sertifikasi kompetensi ini mendukung capaian pembelajaran mahasiswa dan kesiapan lulusan Polinef untuk memasuki dunia kerja dan industri?
Jawab:
Sertifikasi kompetensi berperan langsung dalam menjembatani Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dengan ekspektasi Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) Ujian sertifikasi menguji aspek knowledge, skill, dan attitude secara terintegrasi melalui demonstrasi langsung, bukan sekadar tes tertulis. Hal ini memastikan CPL tiap program studi tercapai secara konkret.
3. Apa harapan Bapak terhadap mahasiswa yang mengikuti Sertifikasi Kompetensi 2026 dan pengembangan sertifikasi kompetensi di Polinef ke depannya?
Jawab:
Bagi Mahasiswa atau Peserta Sertifikasi 2026, Jadikan momentum uji kompetensi ini bukan sekadar mengejar selembar kertas, melainkan ajang pembuktian etos kerja, ketelitian, dan integritas profesional. Dan saya berharap manfaatkan sertifikat yang diraih sebagai batu loncatan karier, terus memperbarui keahlian, dan menjadi representasi lulusan Polinef yang adaptif serta berdaya saing tinggi di industri.
Humas Politeknik Negeri Fakfak
Jl. Imam Bonjol, Air Merah, Kabupaten Fakfak
Email: humas@polinef.id | Instagram: @info.polinef



