Fakfak – Program Studi DIII Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin (TPPM) Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) adalah salah satu dari 8 Program Studi unggulan di kampus ini. Sebagai jurusan yang fokus pada keterampilan praktis perawatan mesin industri, TPPM menyiapkan lulusan siap kerja di sektor manufaktur, pertambangan, dan energi Papua Barat. Berikut wawancara eksklusif kami dengan Osmar Buntu Lobo, S.ST., M.T., Ketua Program Studi DIII TPPM Polinef, yang berbagi pandangannya di kampus ini.
1.Selamat siang Pak Osmar, kami ada beberapa pertanyaan terkait DIII TPPM Polinef. Bagaimana Bapak melihat perkembangan kualitas hasil karya mahasiswa Teknik Mesin dalam beberapa tahun terakhir?
Kualitas karya mahasiswa Teknik Mesin Polinef dari tahun ke tahun tentunya selalu mengikuti trend dunia pendidikan. Hal tersebut dapat dilihat dari topik-topik tugas akhir yang diajukan oleh peserta didik kami ke jurusan serta beberapa produk hasil PBL (Project Base Learning – red) matakuliah.
2.Bisa diceritakan salah satu karya terbaik mahasiswa yang paling membanggakan dan apa keunggulannya?
Menurut saya, salah satu karya terbaik mahasiswa kami yaitu Tugas Akhir yang mengangkat topik tentang mesin pengering buah pala berbasis IoT (Internet of Things – red). Alat tersebut dapat mengontrol panas ruangan pengering dari jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi internet. Kolaborasi yang menarik perpaduan konsep IoT kedalam rancang bangun produk Teknik Mesin.

3.Menurut bapak, sejauh mana hasil karya mahasiswa Teknik Mesin sudah menjawab kebutuhan industri atau masyarakat?
Saat mengajukan topik untuk dikerjakan, mahasiswa kami selalu memulainya dari keresahan atau permasalahan yang timbul langsung dari masyarakat, UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah – red) bahkan Industri sekalipun. Memang tidak semua permasalahan yang masuk langsung diterima, karena terdapat proses penyaringan sesuai dengan urgensi dan kemampuan mahasiswa serta SDM ( Sumber Daya Manusia -red) kami.
4.Apa saja tantangan yang biasanya dihadapi mahasiswa dalam proses perancangan hingga pembuatan produk teknik mesin?
Tantangan terbesar yang dihadapi oleh mahasiswa dan bahkan dosen Teknik Mesin Polinef juga rasakan adalah ketersediaan material / bahan yang ada diwilayah Fakfak itu sendiri. Kami tidak leluasa untuk memilih bahan dari produk kami. Kalaupun tersedia pasti harganya jauh lebih mahal karena didatangkan dari Luar Papua mengguankan kapal laut selama berhari-hari.
Tantangan yang kedua adalah ketersediaan laboratorium pengujian bahan dan produk. Setiap material atau hasil produk tentunya harus melalui uji kelayakan untuk memastikan bahwa produk kita memenuhi standar yang telah ditentukan.
5.Bagaimana dukungan jurusan/program studi TPPM dalam memfasilitasi kreativitas dan inovasi mahasiswa agar karya mereka bisa terus berkembang dan berdaya saing?
Dukungan yang selama ini kami berikan untuk menstimulus karya mahasiswa adalah:
- Memberikan akses yang fleksibel namun tidak mengesampingkan prosedur dalam penggunaan bengkel / laboratorium.
- Melakukan pendampingan terhadap karya mahasiswa sesuai dengan bidang keahlian dosen maupun PLP.
- Menciptakan budaya akademik yang supportif sehingga ide-ide untuk berinovasi dapat tersalurkan dengan baik.
- Membangun kolaborasi kemitraan dengan industri, UMKM dan pemangku kepentingan lainnya.
Humas Politeknik Negeri Fakfak
Jl. Imam Bonjol, Air Merah, Kabupaten Fakfak
Email: humas@polinef.id | Instagram: @info.polinef



