Fakfak – Sebanyak 32 mahasiswa semester akhir Program Studi Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin (TPPM) Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) mengikuti Sertifikasi Kompetensi Tahun 2026 di Gedung TPPM, Kampus Polinef, (31/08–4/09/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Polinef ini menggunakan skema Junior Engineering Permesinan Konvensional dengan pembiayaan dari Belmawa dan dana pendamping Polinef. Sertifikasi kompetensi tersebut menjadi tahapan penting bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan teknis sekaligus pengetahuan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan vokasi. Peserta harus melewati rangkaian asesmen teori dan praktik sebelum dinyatakan kompeten.
Pelaksanaan sertifikasi dibagi dalam dua sesi asesmen. Sesi pertama selama 2 hari dilakukan oleh asesor I Polinef, Osmar Buntu Lobo, S.T., M.T., sedangkan sesi kedua selama 2 hari oleh asesor II Rusdin, S.T., M.T. Materi asesmen mencakup penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pemahaman Standar Operasional Prosedur (SOP), pembuatan gambar teknik menggunakan AutoCAD, penggerindaan pahat, serta praktik mesin bubut. Pada praktik permesinan, mahasiswa diuji membuat poros bertingkat dan mengerjakan besi pejal bertingkat. Kemampuan mahasiswa dinilai berdasarkan kesesuaian proses kerja, gambar teknik, ukuran, bentuk, hingga kualitas benda kerja yang dihasilkan.
Rusdin menjelaskan, skema Junior Engineering Permesinan Konvensional ini dirancang untuk menguji kemampuan mahasiswa secara menyeluruh, mulai dari prosedur kerja hingga hasil produksi. “Di dalam skema okupasi Junior Engineering Permesinan Konvensional ini meliputi beberapa tahapan yang perlu dilalui dan diujikan kepada mahasiswa. Setelah tahapan ini dilalui, akan dilakukan penilaian apakah kompeten atau tidak kompeten,” jelas Rusdin.
Menurutnya, penerapan K3 menjadi bagian awal yang wajib dipahami sebelum mahasiswa melakukan praktik. Selain penggunaan perlengkapan keselamatan seperti safety shoes dan pakaian kerja, peserta juga dituntut memahami keselamatan khusus sesuai karakteristik mesin dan pekerjaan. Pada tahap berikutnya, mahasiswa membuat gambar teknik sebagai pedoman dalam proses produksi. Gambar tersebut menjadi acuan untuk menentukan ukuran, dimensi, bentuk, dan jenis material sebelum pekerjaan dilakukan.



“Gambar itu adalah satu kesatuan ukuran, dimensi dan jenis bahan yang digunakan. Jadi digambar dulu baru kita melakukan satu pekerjaan. Gambar itu adalah pedoman,” ujar Rusdin. Dalam praktik mesin bubut, mahasiswa juga diuji memahami penggunaan pahat sesuai jenis material, feeding, serta pengaturan putaran atau RPM. Ketiga aspek tersebut menjadi dasar dalam menghasilkan benda kerja sesuai rancangan.
Hasil praktik kemudian dibandingkan dengan gambar yang telah dibuat. Penilaian mencakup kesesuaian bentuk dan ukuran hingga tingkat kehalusan benda kerja. Selain praktik teknis, mahasiswa juga mengikuti ujian teori sebagai bagian dari keseluruhan proses asesmen.“Assessment itu ada dua yang diujikan, yang pertama teorinya dan satunya teknisnya atau benda jadi yang disebut dengan produksi,” lanjut Rusdin.
Ketua LSP Polinef, Andi Roy, S.Kom., M.M., bersama pengurus LSP turut mendukung pelaksanaan sertifikasi bagi mahasiswa vokasi tersebut. Pengurus LSP terdiri atas Risma Niswati Tarman, M.T., Osmar Buntu Lobo, S.ST., M.T., Nur Sakinah, S.ST., M.Tr.Kom., James W.T. Patanduk, S.T., M.T., dan Yedid Yah Tulak, S.T.



Yedid menyampaikan bahwa pelaksanaan sertifikasi merupakan bagian dari program sertifikasi kompetensi mahasiswa vokasi yang didukung pembiayaan Belmawa Tahun Anggaran 2026. Polinef juga menyediakan dana pendamping sebesar 10 persen sebagai bagian dari persyaratan bantuan tersebut. “Kami dari LSP Polinef yang diketuai Andi Roy, S.Kom., M.M., menjadi panitia pelaksana tim sertifikasi kompetensi untuk mahasiswa vokasi tahun 2026 dengan skema Junior Engineering Permesinan Konvensional. Lokasi uji kompetensi dilakukan di laboratorium atau bengkel Program Studi Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin,” ujar Yedid.
Melalui sertifikasi ini, mahasiswa TPPM Polinef tidak hanya memperoleh pengalaman mengikuti asesmen kompetensi, tetapi juga mendapatkan pengakuan atas kemampuan teknis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
Humas Politeknik Negeri Fakfak
Jl. Imam Bonjol, Air Merah, Kabupaten Fakfak
Email: humas@polinef.id | Instagram: @info.polinef



